FF SeoKyu / Between You and Him (Part 2)

PicsArt_1417835990810

Title     : Between You and Him

Author : Dana.S

Genre  : Sad, Romance, Family

Cast     : Seohyun, Kyuhyun, Changmin and Other

Tipe     : Chapter

Note : Untuk para readers yg udah baca FF abal2 ku ini makasih banget untuk kalian yang udah mau coment. Dan saya mohon maaf sebelumnya jika ngepost nya lama, soalnya saya disibukkan dengan PKL kuliah 🙂 . dan inilah part keduanya maaf jika ada typo and don’t be plagiat  🙂

Kyuhyun POV
Aku tersenyum kecut, menghadapi kenyataan kisah cintaku yang dibilang cukup tragis. Padahal aku baru akan memulainya. Kupandangi kota Seoul yang saat ini sedang diguyur hujan dari balik kaca gedung kantor tempatku bekerja. Bahkan langit pun ikut menangis mewakili perasaanku saat ini.
“Jika tidak ada hambatan, mungkin dua bulan lagi aku akan menikah oppa…”.
Perkataan Seohyun dua hari yang lalu masih terngiang dan mampu membuatku tidak bisa hidup dengan tenang hingga sekarang. Apa sudah terlambat untukku mengatakan cinta Seohyun-ah ?. Apa tidak ada lagi ruang untukku di hatimu ?. Kau benar benar bodoh Cho Kyuhyun…
“Arggghh…”. Teriakku sambil mengacak rambut frustasi. Aku kembali duduk di meja kerjaku dengan lesu. Kubuka laci dan mengeluarkan foto-foto usang kenanganku bersama Seohyun 10 tahun yang lalu. Kulihat foto kami lembar demi lembar, dan aku berhenti pada foto saat kami berdua berpegangan tangan dengan senyum mengembang dibibir kami dan Seohyun memegang boneka Keroro raksasa kesukaannya. Tiba-tiba, fragmen kebersamaan ku dengan Seohyun terputar dibenakku. Saat itu kami berada di sebuah festival satu minggu sebelum ulang tahun seohyun ke 13…
FLASHBACK
“Omo! Oppa lihat itu!”. Teriak Seohyun histeris.
“Yak! Mwo? Itu Cuma boneka kodok jelek biasa Seo-ah, kenapa sampai sehisteris itu ?”
“Oppa, tapi itu boneka keroro terbesar yang pernah kulihat, aku belum punya yang itu oppa.” Ucapnya sambil cemberut, aku hanya tersenyum melihat ekspresi menggemaskan wajahnya.
“Kau kan tinggal membelinya, tak perlu teriak histeris seperti itu ”.
“Ishhh.. oppa menyebalkan!” Seohyun pun berjalan menghampiri boneka incarannya. Aku pun mengekorinya dari belakang.
“Kira-kira berapa ya harganya ?. Omo! 10.000 won ? Aigoo terlalu mahal oppa”. Ucapnya lesu.
“Kenapa jadi lesu seperti itu ?. Kau menabung saja dulu”. Usulku sambil mengacak rambutnya.
“Ne..tapi kurasa akan sangat lama untuk membelinya oppa. Annyeong Keroro-ah jangan pergi dulu ne sebelum uangku terkumpul!”. Aku terkikik mendengar ucapannya. Benar-benar maniak Keroro. Diapun berbalik berjalan meninggalkanku yang masih ditempat. Aku pun berfikir, satu minggu lagi ulang tahun Seohyun, mungkin aku akan memberikan boneka Kodok ini untuknya.
“Keroro-ah wait me ne!”. Ucapku menirukan aksen Seohyun lalu menyusulnya yang sudah berjarak agak jauh dariku.
Satu minggu kemudian…..
“Saengil Chukae Seohyun-ah!”. Teriakku didepan pintu kamarnya sambil membawa kotak kado berukuran besar.
“Owah… gomawo oppa. Kenapa aku bisa lupa ulang tahunku sendiri ya? Hehehe..”
“Jinja ? Dasar halmeoni. Ini kado dariku”. Ucapku sambil menyerahkan kotak besar yang kubawa.
“Ige mwoya ? Gomawo oppa, tapi tunggu ! oppa tidak sedang mengerjaiku kan ?”. Tanyanya penuh selidik.
“Yak! Kalau kau tak mau ya sudah, aku bawa pulang kembali”. Kataku pura-pura marah.
“Ne..ne.. jongmal gomawoyo oppa. Aku buka ne..”. Seohyun pun langsung membuka kado dariku. Kulihat matanya terbelalak setelah membuka kado dariku.
“Oppa ini kan mahal..”. Aku hanya tersenyum menanggapinya.
“Gwaenchana, aku sudah menyiapkan ini sejak satu minggu yang lalu, saat kita ke festival waktu itu”. Tiba-tiba Seohyun reflek memelukku dengan erat. Saat itulah aku mulai merasakan suatu getaran didadaku. Dan saat itulah mungkin aku merasakan yang namanya jatuh cinta.
“Jinja, jongmal gomawo oppa.” Bisik Seohyun. Aku pun membalas pelukannya. Ada rasa nyaman saat aku memeluk tubuh rampingnya.
“Cha sekarang mari kita berfoto dengan boneka baru ku oppa”. Dia pun melepaskan pelukannya dan membuatku sedikit gugup.
“Eoh..n..ne kajja”. Kamipun berfoto bergandengan tangan dengan senyum bahagia.
FLASHBACK END
“HYUNG EVIIILLL!!!!”. Teriakan bass seseorang menyadarkanku dari lamunan indahku dengan Seohyun. Segera kumasukan kembali foto-fotoku dengan Seohyun kedalam laci meja kerjaku.
“Yak! Kodok jelek tidak sopan sekali, masuk ke ruangan presdir tanpa mengetuk pintu dulu!”. Hardik ku merasa kesal karena diganggu.
“Mwo? Aku sudah mengetuk pintu ruangan hyung 10 kali, dan memanggil nama hyung 5 kali. Tapi hyung tidak menggubrisnya”.
“Aishh..arraso Minho-ya. Palli malhaebwa, kenapa kau datang kemari ?”. Tanyaku tanpa basa-basi karena sedang tidak mood berdebat dengannya.
“Hari ini hyung ada meeting dengan presdir Lee Corporation untuk membahas kerjasama antar perusahaan”. Jelas sekertarisku Minho memberitahu jadwalku hari ini. Dia sebenarnya adalah sepupu jauhku dari Jepang, tapi dia memilih menetap di Korea karena ia ingin belajar mandiri.
“Dimana dan jam berapa ?”
“Di cafe Kona Beans, meja nomor 11, jam 10.00 am”. Jelas Minho santai, kulirik jam tanganku untuk mengetahui jam berapa sekarang.
Plakk
“Appo hyung.. kenapa kau memukulku?”. Rintih Minho sambil mengelus kepalanya, karena tiba-tiba aku memukul kepalanya.
“Kau lihat jam berapa sekarang ? kurang 15 menit lagi. Kenapa kau baru memberitahunya sekarang ? Cepat siapkan berkas-berkas yang diperlukan!”. Sambil masih mengelus kepalanya Minho menuruti perintahku sambil menggerutu.
“Dasar Evil Labil, itukan salah dia sendiri”.
“Aku mendengarnya CHOI MINHO!”. Gertakku, Minho pun bergegas keluar dari ruanganku. #poorMinho
SKIP
Kini aku dan Minho Sudah berada di parking area cafe Kona Beans, kami terlambat 10 menit. Aku pun berjalan mendahului Minho yang sibuk membawa berkas-berkas keperluan meeting. Setelah berada didalam cafe segera kutelusuri pandanganku mencari meja nomor 11. Ternyata disana sudah ada seorang namja berpostur tinggi sedang duduk menghadap laptop yang ada dimeja depannya. Akupun bergegas menghampiri namja itu dengan diikuti Minho.
“Annyeonghaseo presdir Lee, jweseonghamnida kami terlambat”. Hormatku pada namja itu dengan membungkuk dan meminta maaf. Ia pun juga berdiri dan memberi hormat.
“Animnida presdir Cho, saya bukan presdir Lee. Saya perwakilan yang diutus oleh presdir untuk menggantikan beliau, Shim Changmin imnida”.
Deg
Aku terpaku mendengar namanya. Diakah orang itu ? calon suami Seohyun, orang yang telah merebut Seohyun dariku ?. Ani..ani tidak mungkin, di Korea nama Shim Changmin tidak hanya satu. Segera kutepis fikiran-fikiran negative dalam otakku.
“Ohh..terima kasih sudah mau hadir dalam meeting ini Changmin-ssi, mari kita mulai tentang proyek kita”.
Aku pun mempersilakan changmin duduk kembali dan memulai perbincangan yang serius mengenai kerjasama antara dua perusahaan yang sanagat berpengaruh di Korea Selatan. Hingga tak terasa satu jam kami melakukan meeting hingga suara handphone Changmin sedikit menghentikan pembicaraan kita.
“Jweseonghamnida boleh saya mengangkatnya?” Tanyanya dengan sopan.
“Ne..silahkan”
Changmin pun mulai menjauh dariku dan Minho agar pembicaraannya di handphone tidak terdengar oleh kami. Tapi samar-samar aku sedikit mendengar Changmin menyerukan nama seseorang yang aku kenal.
“Yoboseo Seohyun-ah..”
Aku masih tertegun mendengarnya dan memperhatikan Changmin dari kejauhan. Ia tampak bahagia menerima telephon itu. Apa benar dia orangnya ? Kenapa kita harus dipertemukan seperti ini ?
Plakk
“Yak! Kodok kenapa kau memukul ku?”
“Hehehe… Kenapa hyung memandang Changmin-ssi sambil melamun ? Apa hyung menyukainya ?”.
Tanyanya padaku dengan wajah polos dan cengiran tanpa dosa.
“Aku masih waras bodoh ! dan kurasa setelah dia menerima telephone itu dia akan mengakhiri meeting ini.”
Jawabku berlagak seperti paranormal.
“Benarkah hyung ? Eh.. dia kemari hyung..”
Seru minho. Kami segera kembali ke posisi cool.
“Jongmal Joesonghamnida Kyuhyun-ssi , bolehkah saya melanjutkan meeting ini lain kali ? karena ada hal penting yang harus saya selesaikan”.
Sudah kuduga, apa aku harus menanyakan hal itu juga ? apa aku sanggup mendengarnya ?
“Ne, gwaenchanseumnida Changmin-ssi. Mmm..kalau boleh tau hal penting apa itu, sampai anda membatalkan meeting kita setelah menerima telephon tadi?. Itu pun jika anda tidak keberatan memberitahukannya Changmin-ssi”. Tanyaku penuh hati-hati pada Changmin.
“Anio..itu bukan hal rahasia Kyuhyun-ssi. Sebenarnya itu telephon dari calon istriku, dan pernikahan kita tinggal dua bulan lagi”.
Sakit, kecewa, sedih, marah itu yang kurasakan saat mendengar penuturan Changmin. Jadi itu benar-benar dia. Changmin memang terlihat sempurna. Apa aku benar-benar terlambat untuk mempertahankan cintaku ?. Kenapa takdir cintaku harus seperti ini ?.
“Jika boleh, dengan hormat saya mengundang presdir Cho Kyuhyun dan Minho-ssi secara langsung untuk menghadiri pernikahanku nanti”. Lanjut Changmin.
“Ne, tentu saja itu suatu kehormatan bagi kami Changmin-ssi”. Jawab Minho dengan senang hati. Aku hanya diam tak menggubris percakapan mereka.
“Kalau begitu saya permisi..”.
Changmin pun beranjak dari meja dan berlalu pergi. Minho yang mulai memperhatikan ku pun heran dengan tingkahku yang hanya menatap hampa.
“Hyung kau kenapa ?”
“Minho-ya..apa aku sudah terlambat untuk mendapatkannya?”.
“ OMO! Hyung kau benar-benar menyukai Changmin-ssi?”
Kini aku mulai beranjak pergi meninggalkan Minho dengan pemikiran bodohnya.
Don’t Know why~
Tell me why~~
Suara handphone ku pun menghentikan langkahku. Aku mulai mengangkatnya tanpa melihat nama penelephone.
“Yeoboseo ?”
“YA! EVIL CEPAT JEMPUT AKU DI BANDARA SEKARANG!”
“YA! Kau siapa, seenaknya menyuruhku menjemputmu ?”
“Dasar dongsaeng tidak tau diri, dengan noona sendiri kau lupa hah?”
Omo, ternyata Ahra noona. Mati kau Cho Kyuhyun.
“Heheh..mian noona, kenapa noona minta dijemput dibandara ? bukankah kau sudah tenang di prancis sana ?”
“Dasar evil, aku ke korea untuk menjalankan bisnis butik eomma di Seoul babo”
“Jadi eomma appa tidak ikut ?”
“Tidak, bisnis appa yang di prancis belum beres. Dan kau jangan banyak tanya lagi cepat jemput aku!”.
“Baiklah noonaku yang cantik!”
Aku segera bergegas mengambil mobilku dan meluncur ke bandara.

Seohyun POV
Aku sedang dilanda dilema sekarang. Pertemuanku dengan Kyuhyun oppa orang yang ku cintai sejak senior high school membuat hatiku goyah kembali. Disisi lain aku masih mencintai Kyuhyun oppa, tapi aku tidak bisa menyakiti hati Changmin oppa yang selama ini berada di sisiku. Aku hanya punya waktu dua bulan untuk menentukan pilihanku. Iya, aku harus bicara pada Changmin oppa.
“Mianhae sudah menunggu lama”. Sapaan Changmin oppa membuyarkan lamunanku.
“Anio oppa, justru aku yang meminta maaf karena mengganggu pekerjaan oppa”.
“Tidak Seohyun-ah sebentar lagi kita akan menikah, jadi kita juga harus bisa berbagi waktu”.
Ucapan Changmin oppa begitu tulus sambil mengelus kepalaku. Aku hanya tersenyum hambar diperlakukan seperti itu. Aku merasa bersalah pada Changmin oppa. Tapi sangat tidak adil jika tiba-tiba aku meninggalkan Changmin oppa begitu saja. Ini adalah kesempatan terakhirku, Changmin oppa harus tau.
“Oppa”
“Iya..”. Tiba-tiba bibirku kelu untuk mengeluarkan kata-kata yang mungkin bisa menyakiti hatinya.
“O.o.ppa silakan duduk, mau minum apa ?”.
Akhirnya hanya kata itu yang keluar dari mulut ku. Hufft Seohyun babo.
“Kenapa kau gugup seperti itu Seo-ah, oppa minum orange juice saja”.
“Baiklah, tunggu sebentar ya oppa”.
Aku segera menuju dapur dan menuangkan 2 gelas arange juice untukku dan Changmin oppa.
“Silahkan diminum..”.
“Sebenarnya ada apa kau memanggilku kemari Seo-ah ?”. Tanya Changmin oppa setelah meneguk setengah gelas orange juice.
“O..oppa, aku merasa be..belum siap menuju ke jenjang pernikahan dengan op..”
“Karena ada Kyuhyun ?”.
Aku tercekat mendengar kata spontan dari Cangmin oppa. Suaranya terdengar serak. Mungkin hatinya tengah berpacu melawan amarah yang siap tumpah.
“Ba..bagaimana oppa bisa tau ? Mianhae oppa, aku..aku tak tahu harus berbuat apa..”
Aku berbicara menunduk menyembunyikan mataku yang mulai berkaca-kaca.
“Aku sudah tau semuanya dari Yoona. Seohyun-ah, aku menghargai kejujuran yang kau sampaikan. Memang berat, karena bila aku berada diposisimu mungkin aku juga akan dilema. Tapi saat ini status mu adalah tunanganku. Keluarga besar juga sudah menentukan tanggal pernikahan. Maka Kyuhyun tidak bisa memilikimu Seo-ah. Kecuali jika..”
Nafasku tercekat, apa aku begitu jahat sudah menyakiti hati Changmin oppa?. Air mataku mulai menetes.
“Kecuali jika aku membatalkan pertunangan ini. Apa itu yang kau mau Seohyun-ah”
Lagi-lagi, sebuah tonjokan keras yang langsung mengenai ulu hati. Benarkah ini yang kau inginkan Seohyun-ah. Puaskah kau menyaksikan kemelut rasa yang tergambar diwajah Changmin oppa ? antara sedih, terpukul, shock dan berupaya tegar.
TBC

Iklan

5 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s