FF SeoKyu / Between You and Him (part 3)

PhotoGrid_1441812779433

Note :  ANNYEONG YEOROBUUN!! (teriak pakek toa) . I’m Back!! masih adakah yang mau baca FF abal2 ku ini ? heheh. Mian lama banget post nya, maklum mahasiswa sibuk. Twenty years old my age, five my semester (gaya bicara Vickynisasi). Okeh deh langsung aja, maaf kalo banyak typo bertebaran dan ceritanya agak sedikit garing. Happy Reading 🙂

Title : Between You and Him
Author : Dana.S
Genre : Sad, Romance, Family
Cast : Seohyun, Kyuhyun, Changmin and Other
Tipe : Chapter

Author POV
Seohyun dan Changmin masih terdiam di ruang tamu rumah Seohyun, memikirkan keputusan yang telah diucapkan oleh Changmin yang membuat Seohyun tak henti-hentinya menitikan air mata bersalahnya. Lalu changmin mulai angkat bicara.
“Hapuslah air matamu Seohyun-ah, aku paling tidak suka melihat yeoja menangis. Ku mohon, apapun jawabanmu aku siap. Apa sebaiknya aku batalkan pertunangan kita ?”
Sekuat tenaga Seohyun menegakkan kepalanya, dan menatap kedua mata Changmin. Sorot mata yang begitu tajam, yang selama ini Seohyun nyaris tak pernah berani menatap kedua mata itu. Demi memutuskan kalimat apa yang harus ia ucapkan, Seohyun bertekad menjawab dengan tegas. Karena ia tak mungkin membuat hati Changmin terluka begitu lama. Jadi..
You are everything I’’ve been looking for
nae gyeoteul jikyeojullae?
neoui sarang neoran saram …
Handphone Seohyun berdering, dan ia melihat itu telephone dari eomma nya.
“Mianhae oppa aku angkat telephone dulu”
Pamit Seohyun sambil menghapus air matanya.
“Ne..”
“Yeoboseo eomma..”
“Se..Seohyun-ah, appa mu masuk IGD di Seoul Hospital Seo-ah..”. Suara eomma Seohyun terdengar serak dan sesenggukan.
“Mwo? Eomma berada di Korea ? bagaimana keadaan appa eomma ?”
“Nanti saja kujelaskan Seo-ah.. hiks..cepatlah kemari”.
“Arraso eomma..” . Seohyun segera menutup sambungan telephon dan bergegas pergi. Tapi seseorang menarik tangannya.
“Mianhae Changmin oppa,a.. aku harus ke Seoul Hospital”. Ucap Seohyun sedikit gemetar karena mendengar berita dari eommanya.
“Siapa yang sakit ?”.
“A..appa masuk IGD oppa hiks..”. Tutur Seohyun sedikit sesenggukan.
“Tenanglah Seo-ah, Seo ahjussi pasti baik-baik saja”. Ucap Changmin sambil menenangkan Seohyun kedalam pelukannya.
“Hisk..Mianhae…jongmal mianhae..hiks”. Tangis Seohyun kini mulai pecah.
“Huushh uljima.. kajja kita ke rumah sakit bersama”. Mereka pun mulai menuju mobil dan melaju ke Seoul Hospital.

Seohyun POV
Sekarang airmataku tak henti-hentinya mengalir. Aku dan Changmin oppa berada di parking area Seoul Hospital karena appa. Kami segera berlari ke ruang IGD dan bertanya kepada petugas setempat dimana appaku dirawat.
“Eomma..!”
Teriakku reflek ketika melihat eomma duduk menangis di ruang tunggu.
“Seohyun-ah appa mu terkena serangan jantung mendadak Seo-ah hiks..”
“Kenapa kalian tidak mengabariku jika ke Korea ?, sekarang bagaimana keadaan appa ?”
“Appa mu sedang diperiksa didalam, kita tinggal menunggu dokter ”.
“Eh-hem, annyeong haseo eommonim..”. Dehem Changmin oppa yang sedari tadi kami acuhkan.
“Eoh..Mianhae eomma, perkenalkan dia Changmin oppa”. Tuturku pada eomma sambil menghapus sisa-sia airmataku.
“Geure..diakah calon suamimu Seohyun-ah ? Omo dia tampan sekali.” Puji eomma pada Changmin oppa.
“Gomapseumnida eomonim, mianhae saya tidak tau kalau anda dan tuan Seo ada di Korea”.
“Anio..ini bukan kesalahan kalian, ini hanya kecelakaan. Sebenarnya aku berniat menghubungimu kalian saat sudah sampai bandara, tiba-tiba sakit jantung appa mu kambuh lagi.”
“Appa masih belum sembuh total, kenapa memaksakan kembali ke Korea eomma ?”
“Karena appamu tidak ingin melewatkan menjadi pendamping di pernikahan anaknya”.
Ucap eomma yang duduk berada diantara aku dan Changmin oppa, sambil memegang tangan kami berdua. Sekarang aku benar-benar akan menjadi anak durhaka jika aku membatalkan pernikahanku dengan Changmin oppa. Tuhan tolong aku, singkirkan rasa dilema ini. Sudah 15 menit sejak aku datang tapi dokter belum juga keluar. Eomma pun bersandar pada bahuku.
“Seohyun-ah apa kau sudah bertemu dengan Kyuhyun ?”. Tanya eomma membuatku terkejut dan melihat disebelah eomma ternyata Changmin oppa sudah tidak ada. Melihat gelagatku eomma tersenyum.
“Changmin sedang ke toilet, sekarang kau jawab pertanyaan eomma”.
“N..ne eomma”. Jawabku ragu
“Sebenarnya saat dibandara tadi Kyuhyun lah yang menolong eomma dan appa..”.
FLASHBACK
Author POV
“Yeobo kita sudah sampai, aku sudah tak sabar memberi kejutan pada Seohyun dan calon menantuku”. Ucap tuan Seo.
“Arraso, yeobo-ya kajja..” Balas nyonya Seo sambil mendorong troly koper sedikit mendahului tuan Seo.
“Arkkhh..a..appo..”. teriakan tuan Seo menghentikan jalan istrinya dan mendapati tuan seo sudah tergeletak sambil memegangi dadanya yang terasa sakit.
“Yeobo..yeoboo…gwaenchanna ? Tolong..tolooongg..”. Teriak nyonya Seo mencari pertolongan. Orang-orang pun mulai mengerumuni tuan dan nyonya Seo.
“Eomonim ?”. teriakan bass seorang namja membuat nyonya seo yang panik menoleh kearahnya.
“Kyuhyun! Tolong eomma hyun-ah , tolong telephone ambulan”. Pinta nyonya Seo pada Kyuhyun.
“Anio.. eommonim biar ku bawa appanim ke rumah sakit”.
Tutur Kyuhyun mulai membopong tuan Seo ke mobilnya dibantu dengan Scurity. Sedangkan Ahra yang datang bersama Kyuhyun mencoba menenangkan nyonya Seo yang mulai menangis. Setelah sampai di rumah sakit tuan Seo segera dilarikan di ruang emergency. Diikuti Kyuhyun, Ahra dan nyonya Seo yang mengikuti tim medis dari belakang.
“Maaf nyonya anda harus menunggu diluar”. Cegah seorang suster setelah sampai ruangan. Mereka bertiga mulai duduk di ruang tunggu.
“Gomawo Kyu-ah, kalau tidak ada kalian, entah bagaimana nasib suamiku”.
“Anio eommonim, kalian sudah kuanggap orang tuaku juga. Aku akan menunggu sampai appanim sadar”.
“Tidak..tidak..kau harus mengantar Ahra pulang, kasihan dia baru sampai, aku tidak mau dia sakit”.
“Gwaenchana eommonim aku tidak apa-apa”. Jawab Ahra.
“Andwe.. aku akan menelephone Seohyun agar dia kemari, jadi kalian bisa pulang”
“Baiklah eommonim, jika tuan Seo sudah sadar tolong hubungi kami ne..”. Pamit Ahra setelah memeluk nyonya seo.
FLASHBACK AND
“Begitulah cerita sebenarnya Seohyun-ah”.
Cerita eomma membuatku tertegun. Kenapa harus Kyuhyun yang selalu ada disaat aku butuh ? bahkan disaaat keluargaku butuh sekalipun. Apakah jika aku menikah dengan Changmin oppa nanti, kehidupan rumah tanggaku membutuhkan Kyuhyun ?. Atau Tuhan memberikan petunjuk bahwa takdirku adalah Kyuhyun ?. Oh God, Kenapa pertanyaan seperti itu ada dalam pikiranku?. Akupun memukul kepalaku pelan untuk menghilangkan pertanyaan tidak masuk akal itu.
Clek
Seorang dokter keluar dari ruang rawat appa, bersamaan dengan datangnya Changmin yang membawa beberapa bungkus makanan.
“Keluarga tuan Seo ?”
“Ne, kami Uisanim”. Jawab eomma, kami segera beranjak dari tempat duduk dan menghampiri dokter tersebut.
“Tuan Seo hanya kelelahan, sehingga membuat detak jantungnya tidak normal. Sekarang keadaan beliau sudah mulai stabil. Hanya perlu istirahat dan minum obat secara teratur.” Tutur dokter pada ku dan eomma.
“Ne, jongmal Kamsahamnida Uisanim, Apa kami sudah bisa masuk uisanim?”. Tanyaku pada Dokter.
“Ne, tuan Seo sudah bisa dijenguk, tapi maksimal hanya 2 orang yang masuk”.
“Jongmal Kamsahamnida uisanim..”. Ulangku berterima kasih, sedengkan eomma sudah mendahuluiku masuk ke ruangan appa.
Setelah memasuki ruangan, kulihat eomma menangis menghampiri appa yang masih belum sadar. Aku pun ikut melangkah mendekat dan duduk di sebelah ranjang appa, menggenggam tangan appa. Tangan ini yang mengajariku banyak hal. Tak sekalipun tangan ini melayang menyakitiku dan eomma.
“Appa , mianhae..sadarlah appa hiks..”. Batinku sambil menangis mencium tangan appa. Tiba-tiba kurasakan seseorang mengelus punggungku, akupun mendongak.
“Tenanglah Seo-ah, tuan seo pasti baik-baik saja”. Kata Changmin oppa yang baru saja masuk membawa sekantung buah mencoba menenangkanku.
“Gomawo Changmin oppa..”. Ucapkau parau.
“Seo-ah, kau dan changmin disini saja. Eomma akan pulang sebentar mengambil barang keperluan appa”. Ucap eomma tiba-tiba.
“Anio, biar aku saja eomma.. eomma juga perlu istirahat!”. Tolakku.
“Ani..ani.. Jika appa mu sadar, dia pasti ingin melihat dirimu. Lagipula eomma hanya pulang sebentar”.
“Kalau begitu biar saya antar eommonim”. sahut Changmin oppa.
“Tidak usah kau disini saja menemani Seohyun, mungkin appanim juga ingin melihat calon menantunya. Kalau begitu eomma pulang sekarang, kalau appa sadar saat eomma tidak ada segera hubungi eomma ne..”. tutur oemma panjang lebar dan segera berlalu pergi.
Sekarang diruang rawat appa hanya tinggal aku dan Changmin oppa. Suasana sunyi dan canggung mulai menyelimuti kami. Aku tidak tau harus mengobrol apa dengan Changmin Oppa. Pikiranku masih ingat kejadian sebelum kami pergi ke rumah sakit.
“Apa aku harus membicarakannya lagi dengan Changmin oppa ? Oh God.. Apa aku berani membatalkan pernikahan kami setelah kejadian ini ? . Pasti appa dan eomma akan kecewa padaku dan aku akan sangat menyakiti hati Changmin oppa. Tapi bagaimana dengan Kyuhyun oppa ? Tunggu! Apa aku masih mencintai Kyuhyun oppa ? Aissh.. “ Sambil memijit kepalaku yang sedikit pusing, berbagai pertanyaan itu terus bergulat di benakku.
“Seohyun-ah gwaenchana?”. Tanya Changmin oppa melihat gerak-gerik cemasku.
“N..ne.. gwaenchana oppa..” ucapku tanpa menoleh ke Changmin oppa.
“Seohyun-ah..”. Kini Changmin oppa menyeret kursi yang kududuki menghadap dirinya. Aku hanya bisa menunduk.
“Seo-ah, jika kau bersedih jangan kau tahan, kau bisa membaginya denganku. Dan juga, aku tahu kau masih memikirkan kejadian sebelum kita kemari kan ?”. perkataan Changmin oppa memberanikanku memandang dirinya dengan mata sayu. Sebesar itukah dia mengerti diriku?
“Aku tahu, kau masih dilema dengan pernikahan kita dan aku juga tidak bisa memaksamu untuk memilihku. Tapi..”. Aku hanya bisa diam mendengarkan penuturan Changmin oppa. Lalu dengan sangat lembut dia menggenggam tanganku.
“Bolehkah, aku mempertahankanmu sampai hari pernikahan kita ? Bolehkah aku mempertahankan cintaku untukmu ? Jika sampai saat itu kau masih tidak bisa memandangku, aku rela melepasmu Seo-ah..” Penuturan Changmin oppa membuatku tertegun.
“Sebesar itukah cintanya padaku ? Tuhan, Aku akan menjadi yeoja terjahat jika aku menyakiti hati namja ini”. Batinku sambil berkaca-kaca dan berhambur memeluk Changmin oppa.
“Mianhae oppa, maafkan yeoja bodoh ini, yang tidak memiliki kepastian cinta hiks..hiks”. ucapku sesenggukan di pelukan Changmin oppa.
“Gwaenchana Seo-ah, aku akan menunggumu..”. Jawabnya mengelus rambutku lembut.
“Seo…Seohyun…”
Author POV
Di sebuah rumah yang cukup megah seorang namja terlihat khawatir dan bingung di ruang tamu rumah tersebut. Cho Kyuhyun, yang sedang khawatir menunggu panggilan telephone dari seseorang terlihat mondar-mandir sambil sesekali melihat telephone genggamnya.
“Yak! Cho kyuhyun, apa kau tidak bisa diam ? kepalaku pusing melihatmu seperti itu!”. Teriak Cho Ahra noona Kyuhyun yang terlihat gusar melihat tingkah namdongsaengnya.
“Noona-ya, kenapa Seo ahjumma belum menelephone ku juga ? Apa Seo ajusshi belum sadar?” . Tanya Kyuhyun.
“Mana ku tau, babo. Kalau aku jadi kau, aku yang akan menelephone Seo ahjumma”.
“Tapi aku tidak punya nomor Seo ahjumma noona!”.
“Kau ini bodoh sekali, kau kan punya nomor Seohyun !”.
Kyuhyun terdiam sejenak, menimbang-nimbang untuk menelephone Seohyun atau tidak. Pasalnya semenjak pertemuan mereka di cafe beberapa minggu yang lalu. Kyuhyn tidak pernah sekalipun menghubungi Seohyun begitupun sebaliknya.
“Yak! Kenapa kau malah diam? Cepat kau hubungi Seohyun!”. Perintah Ahra membuyarkan lamunan Kyuhyun.
“Haish.. ne-nee~”. Tanpa membantah lagi Kyuhyun segera menghubungi Seohyun.
Sementara itu di Seoul Hospital..
“Seo..Seohyun-ah..”
Suara serak dan lemah itu membuyarkan adegan pelukan antara Seohyun dan Changmin. Bergegas Seohyun menghampiri appanya yang mulai sadar.
“Appa, gwaenchannayo ?”. Tanya Seohyun pada appanya dengan mata berkaca-kaca.
“Aniya, appa gawaenchanna. Kau tidak usah sedih Seo-ah”. Jawab tuan Seo dengan suara lemah.
“Bagaimana aku tidak sedih, jika keadaan appa seperti ini ?”. Ucap Seohyun dengan wajah cemberut. Tuan Seo yang melihatnya hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku anak semata wayangnya. Segera Tuan Seo mengalihkan pandangannya ke arah belakang Seohyun, dan didapatinya Changmin yang sedang berdiri menatapnya.
“Kau pasti calon menantuku ?”. Ucap Tuan seo tiba-tiba, Seohyun pun menolehkan pandangannya ke arah Changmin.
“Annyeonghaseyo abeoji, Shim Changmin imnida”. Sahut Chang min memperkenalkan diri. Tuan Seo mencoba duduk dari tempat berbaringnya dan segera dibantu oleh Seohyun dan Changmin.
“Aigo.. kau tampan sekali Changmin-ssi , Seohyun pasti beruntung memilihmu sebagai suami”. Puji Tuan Seo pada Changmin.
“Aino abeoji, justru aku yang beruntung dapat memiliki Seohyun”.
“Aigoo..kalian benar-benar pasangan yang serasi, aku jadi tidak sabar mendampingi Seohyun di hari pernikahannya nanti”. Ucap tuan Seo sambil menggenggam lembut tangan Seohyun. Seohyun hanya bisa tersenyum hambar dan membalas menggenggam tangan ayahnya.
You are everything I’’ve been looking for
nae gyeoteul jikyeojullae?
neoui sarang neoran saram …
Tiba-tiba hp Seohyun berbunyi, Seohyun segera mengambil HP nya yang berada dalam tas dan melihat nama yang tertera disana.
“Kyuhyun oppa? Ada apa dia menelephone ku ?” batin Seohyun.
“Appa, Oppa aku angkat telefone dulu ne, kalian berdua berbincanglah supaya lebih akrab”. Pamit Seohyun pada Changmin dan tuan Seo.
“Arraso..”. balas tuan Seo dan mulai mengobrol dengan Changmin.
“Yeoboseyo”. Ucap Seohyun setelah mengangkat hp nya.
“Yeoboseyo Seohyun-ah ?”. balas kyuhyun yang ada di sebrang telephone.
“N..ne ada apa Kyuhyun oppa menelephone ku?”. Tanya Seohyun sedikit gugup.
“Mmm, aku hanya ingin tau kondisi ahjussi. Apa beliau sudah sadar ?”.
“Ne..Appa sudah sadar oppa, hmm..dan kamsahamnida sebelumnya sudah menolong keluargaku”.
“Gwaenchanna, Seohyun-ah bolehkah aku mengunjungi Seo ahjussi?”.
“Ne? Anio, tidak usah repot-repot oppa, lagipula disini sudah ada aku dan..”
“Anio, aku akan segera kesana, tunggu aku 15 menit ne.. tuut..tuut”. Tanpa mendengarkan penjelasan Seohyun , Kyuhyun segera menutup telephone nya.
“Aish.. ottoke ? Disini juga ada Changmin oppa. Mana mungkin aku membiarkan dua laki-laki itu bertemu dalam kondisi seperti ini”. Gerutu Seohyun sambel mengacak sedikit rambutnya.
Seohyun POV
Bukan Evil Kyuhyun namanya, kalau tidak membantah apa yang aku katakan. Setelah menunggu diruangan appa selama 15 menit akhirnya Kyuhyun oppa datang dengan membawa beberapa tas belanja dan sekeranjang buah.
“Annyeonghaseyo Seo ahjussi”. Sapa Kyuhyun sopan pada appa. Changmin oppa yang berada di sebelah appa segera berdiri dengan wajah sedikit kaget karena kedatangan Kyuhyun oppa.
“Kyuhyun-ah, kapan kau datang ? kenapa ahjussi tidak tau ? Aigo kau semakin tampan saja..”
“Sudah dua minggu lebih ahjussi…eoh ? Annyeonghaseyo Changmin-ssi, Seohyun-ah”. Sapaan Kyuhyun oppa pada Changmin oppa, menimbulkan pertanyaan dalam benakku “Mwo ? Apa mereka sudah saling kenal ?”
“Kalian sudah saling kenal ?”. Tanya appa mewakili pertanyaan dalam benakku.
“Ne..ahjussi, kami adalah rekan kerja”. Jawab Kyuhyun oppa santai.
“Mwo ? rekan kerja ? kenapa Changmin oppa tidak pernah menceritakannya padaku ?”. batinku. Jadi selama ini Changmin oppa tau karena mereka adalah rekan kerja.
SKIP
Beberapa menit pun berlalu. Eomma pun datang dengan membawa keperluan appa. Setelah itu suster datang dan menganjurkan appa untuk beristirahat dan memilih ditemani oleh oemma. Kami bertiga read aku, Changmin oppa dan Kyuhyun oppa melanjutkan sedikit pembicaraan di luar ruangan appa. Finally, inilah momen ter-awkward yang pernah aku alami seumur hidup. Seorang perempuan berumur 24 tahun, berada dipersimpangan. Antara memilih 2 pria yang pertama dari masa lalunya, dan yang kedua mungkin akan menjadi masa depannya.
“Oh iya, Seo-ah aku tadi sempat mampir kebutik, membelikan beberapa pakaian untukmu, Ahjumma dan ahjussi. Siapa tahu kalian belum sempat membawa baju ganti”. Ucap Kyuhyun oppa dengan memberikan beberapa tas belanjaan yang ia bawa waktu kemari.
“Ne? Kenapa oppa repot-repot membelikannya untuk keluarga ku ? Lagipula eomma sudah membawakan keperluan untuk appa. Mm..mianhae oppa bukannya aku tidak menghargai, tapi kurasa ini terlalu berlebihan”. Ucapku tidak enak untuk menolak pemberian Kyuhyun Oppa.
“Anio.. Anggap saja ini sebagai hadiah sambutan untuk kedatangan ahjumma dan ahjussi Seo, dan aku tidak menerima penolakan, Arra!”.
“Ehem!, wah.. kau baik sekali Kyuhyun-ssi. Sempat berfikir membelikan baju untuk keluarga Seo”. Sahut Changmin oppa.
“Oh, it’s not a big deal Changmin-ssi. Lagipula butik tempat aku membeli pakaian adalah milik eommaku”.
“Oh.. Kalau begitu terima kasih banyak Kyuhyun-ssi sudah mau repot-repot memberikan pakaian untuk keluarga calon istriku”. Ucap Changmin oppa sambil memeluk pundakku. Oh God , sepertinya “pertikaian” akan segera dimulai.
“Anio, jinja . aku benar-benar tidak merasa direpotkan. Keluarga Seohyun sudah kuanggap seperti keluargaku sendiri. Karena sejak kecil kami bertetangga dengan baik dan selalu berbagi bersama”.
“Jinja, sedekat itukah kalian ?, tapi Kenapa Seohyun tidak pernah menceritakan anda padaku Kyuhyun-ssi ?”.
Setelah amendengarkan ucapan Changmin oppa , aku hanya bisa menggigit bibir ngilu.”Perang urat syaraf” resmi dimulai.
“Seohyun-ah! Kemari sebentar nak..”. Eomma memanggilku dari dalam kamar. O’ow Jika kedua namja ini kutinggal, bagaimana jadinya nanti ?.
“Gwaenchana, ka! Aku disini saja dengan Changmin-ssi. Kau masuklah, jangan khawatir. Kalau sudah gigit bibir seperti itu, artinya kau dalam keadaan panik Seo-ah. Yakinlah kalau Seo Ahjussi akan sembuh, Oke”. Tutur Kyuhyun oppa dengan senyum tulus menyemangatiku. Changmin oppa hanya menghembuskan nafas. Entah beban berat apa yang tersumpal dalam benaknya.
Akupun segera masuk kedalam ruangan appa dirawat. Kulihat appa sedang tidur , aku pun berjalan kearah eomma. Kurasa eomma ingin membicarakan masalah yang serius denganku, bisa kulihat dari sorot matanya.
“Gwaenchana Seo-a? Kau terlihat bimbang nak “.
Tadinya aku berusaha menutupi rasa bimbangku. Eomma tidak boleh tahu tentang hal ini. Setidaknya eomma tidak boleh tahu dulu, karena aku tidak mau menambah beban eomma. Apalagi appa sedang diuji dengan sakit. Aku merasa kalau kebimbangan hati ini biar aku sendiri yang urus. Tapi sepertinya eomma berbakat jadi detektiv. Seperti yang sudah-sudah aku selalu gagal menutupi apapun dari eomma, dan kini aku “disidang”.
“Eomma tahu Seo-ah… kalau Kyuhyun itu idolamu sejak kecil”.
Aku tidak heran kalau eomma tahu semua tentangku. Karena sejak kecil aku menunjukkan buku harianku yang sudah seperti kumpulan cerpen tentang makhluk yang bernama Kyuhyun pada eomma.
“Eomma tahu Seo-ah. Tapi pernikahan itu buakn semata-mata soal cinta. Apalagi sekedar romansa cinta dari masa lalu. Bagaimanapun juga, Changmin sudah datang terlebih dahulu. Dia menunjukkan niat serius untuk menjadikanmu istri. Sementara Kyuhyun ? kemana saja dia 9 atau 10 tahun belakanganini ? dia dengan mudahnya mengabaikanmu dlam kurun waktu sepanjang itu. Sekarang eomma tanya, apakah kau masih mencintai Kyuhyun ?”.
“Mollayo eomma, aku tidak tahu apakah aku masih terjebak dalam cinta masa laluku, tapi aku tidak bisa melepas Changmin oppa begitu saja hiks..” aku mulai sesenggukan dihadapan eomma. Eomma segera memelukku dan membelai rambutku sayang.
“Kau tidak boleh egois nak, kau harus memilih. Meskipun salah satu dari kalian harus tersakiti nantinya”. Tuhan aku tidak tahu siapa yang terbaik untukku dan keluargaku.

TBC

Iklan

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s