FF SeoKyu / Between You and Him (part 4)

PhotoGrid_1441812779433

Title : Between You and Him
Author : Dana.S
Genre : Sad, Romance, Family
Cast : Seohyun, Kyuhyun, Changmin and Other
Tipe : Chapter
Note : Annyeong Yeorobuun!!! Masih adakah yang menunggu FF ini ? Heheh kurasa nggak ada, tapi kalo ada ya alhamdulillah. Di FF part ini mungkin SKM nya sedikit bahkan gak ada, soalnya mengikuti alur cerita dalam imajinasiku (#apadeh). Oke Don’t be Plagiat and Happy Reading 🙂

AUTHOR POV
“Shim Changmin-ssi bersediakah engkau menerima Seo Joo Hyun menjadi satu-satunya istri dalam pernikahan yang sah, untuk dimiliki dan dipertahankan, sejak hari ini dan seterusnya”.
“Ne , saya bersedia”.
“Seo Joo Hyun-ssi bersediakah engkau menerima Shim Changmin menjadi satu-satunya suami dalam pernikahan yang sah, untuk dimiliki dan dipertahankan, sejak hari ini dan seterusnya”.
“Sa..saya ber..”
“Tunggu..!!”
Tergopoh-gopoh, seorang namja tinggi putih muncul dari arah pintu gereja. Nafasnya tersengal sambil menghampiri sepasang sejoli yang sedang melangsungkan janji suci pernikahan. Namun, itu tak mengurangi sorot matanya yang tersiram bara amarah.
“Waeyo Seohyun-ah ? kenapa kalian semua tidak bertanya kepada Seohyun? Bagaimana menurut dia ? Apakah dia rela dan siap dengan pernikahan ini ?”. Ucap namja itu tegas menghadap para tamu yang diundang.
“Kyuhyun oppa!”. Seohyun berseru tertahan.
“Seohyun-ah. Kau punya hak dalam pernikahan ini! Aku tahu persis, kau sebenarnya tidak mau menikah dengan Changmin kan? Kau masih menungguku kan ?”.
“Oppa..! Hajima Kyuhyun oppa..!”
“Seohyun-ah. Cinta mu patut untuk diperjuangkan, dan aku kemari untuk memperjuangkan cinta ku Seo-ah”.
“Kumohon oppa..! Cukup!”.
“Tell Them. Beritahu keluargamu, kalau hati kecilmu memilihku. Katakan Seo-ah, kau masih punya kesempatan..”.
“Anio oppa..Hajima!!”
“Ini kesempatan terakhirmu Seohyun-ah..”
“Kyuhyun oppaa…”.
SEOHYUN POV
“Seohyun-ah, bangun nak! Sayang..”. Suara eomma samar-samar terdengar ditelingaku.
Aku terbangun dengan nafas tersengal. Yang tadi itu..hanya mimpi ? Aku mengucapkan janji suci pernikahan dengan Changmin oppa, kemudian Kyuhyun oppa hadir dan mengacaukan semuanya ? Oh God.
“Seohyun-ah, minum dulu nak..”. Eomma menatapku perhatin. Dari sorot matanya ia terlihat kasihan kepadaku. Disaat appanya sedang sakit fisik, putri semata wayangnya sedang sakit psikis.
Aku melangkah gontai menyusuri koridor rumah sakit. Sekarang masih pukul 7 pagi, aku memutuskan mencari udara segar di taman rumah sakit. Kududukkan diriku sejenak di bangku taman, melihat sekeliling juga ada beberapa pasien dan keluarganya mencari udara segar dipagi hari. Kutengadahkan kepalaku menghadap langit, menghirup udara pagi sedalam-dalamnya dan menghembuskannya perlahan. Menghilangkan sejenak pikiran-pikiran buruk akibat mimpiku semalam.
“Tuhan, kumohon berikan jodoh yang tepat untuk masa depanku kelak..”. lirihku dalam hati.
Setelah satu jam berada ditaman aku beranjak kembali ke kamar rawat appa. Kulihat seorang dokter sedang memerikasa appa. Setelah itu ia tersenyum.
“Tuan Seo keadaan anda sudah mulai membaik, jadi hari ini anda sudah diperbolehkan pulang..”. tutur dokter tersebut.
“Ne ? Kamsahamnida uisanim..”. sahut eomma.
“Tapi tuan seo jangan sampai terlalu lelah, juga harus istirahat dan minum obat secara teratur..”.
“Ne.. Jongmal Kamsahamnida uisanim..”. ucapku sambil membungkuk. Dokter itu pun tersenyum dan berlalu keluar kamar rawat appa. Setelah dokter itu keluar, kulihat seseorang bertubuh tinggi dengan pakaian kantor rapi masuk ruang rawat appa.
“Annyeonhaseo..abeoji, eommonim, Seohyun-ah”.
“Aigooo..menantuku kenapa pagi-pagi kemari? Apa kau tidak pergi ke kantor?”. Sambut appa dengan senyum lebarnya melihat Changmin oppa datang.
“Anio abeoji, saya sudah izin masuk agak siang”. Jelas Changmin oppa sambil menyerahkan beberapa bingkisan.
“Aigoo..tak usah repot-repot nak, kami juga baru akan beres-beres, abeoji sudah diperbolehkan pulang hari ini”. Sahut eomma.
“Kalau begitu kebetulan sekali, biar saya bantu eommonim”. Aku hanya tersenyum melihat Changmin oppa. Kami pun mulai beres-beres beberapa pakaian dan barang-barang appa. Setelah itu kami segera check-up dari rumah sakit. Tanpa perlu menunggu taksi, Changmin oppa menawarkan dirinya untuk mengantar kami pulang.
AUTHOR POV
Setelah 30 menit menempuh perjalanan keluarga Seo beserta Changmin sampai didepan pekarangan rumah keluarga Seo. Seohyun masuk terlebih dahulu dengan membawa tas perlengkapan appanya. Dengan tak terduga beberapa orang telah menyambut kedatangan mereka.
“Yoona eonni, Seunggi oppa, Taeyeon imo, Leeteuk samchon!”. Ucap Seohyun lancar, setelah melihat kedatangan orang yang ia panggil menyambutnya didepan pintu rumah.
“Seohyun-ah~ kau masih ingat kami..bogoshipeoyo~!”. ucap Taeyeon segera memeluk Seohyun, kakak dari eomma Seohyun yaitu Seo Tiffany.
“Ne, tentu saja imo, nado bogoshipeo!”. Balas Seohyun.
“Aigoo..keponakan samchon, makin cantik saja”. Goda Leeteuk.
“Kamsahamnida, samchon juga tambah tampan, hehe..bogoshipeo samchon”.
“Yak! Kau tidak merindukanku Seo?”. Kini suara cempreng Yoona menyahuti.
“Bagaimana aku bisa merindukan eonni, kalau setiap hari eonni kemari untuk menitipkan Dannis”. Gerutu Seohyun sambil mencubit gemas pipi Dannis anak Yoona dan Seunggi yang baru berusia 3 tahun.
“Mianhae Seo-ah, jika Dannis merepotkanmu”. Lee Seunggi mulai angkat bicara.
“Anio oppa aku hanya bercanda. Pantas saja Changmin oppa tidak ke kantor, ternyata bosnya disini”.
“Aigoo ramai sekali disini, seperti merayakan tahun baru saja”. Seru Seo Siwon sambil dituntun istrinya Seo Tiffany menyusul Seohyun beserta Changmin yang mengekori mereka dengan membawa tas berisi baju appa Seo.
“Fanny-ah, Siwon oppa..”. Seru Taeyeon.
“Kalian! Aigoo kenapa repot repot kemari ? kapan kalian sampai ? bukankah Busan ke Seoul itu jauh ?”. Tiffany mulai memberondong pertanyaan ke Taeyeon.
“Kau tidak usah menghawatirkan kami Fanny-ah, justru kami yang khawatir. Bagaimana keadaan Siwon oppa ?”. Jelas Taeyeon.
“Seperti yang kalian lihat, aku baik-baik saja kan !”. Sahut Siwon dengan gaya atletisnya. Semua yang diruangan itu hanya tertawa melihat tingkah Siwon.
“E-hem, apa tidak sebaiknya kita masuk dulu dan membuatkan minuman untuk para tamu kita ?”. Seohyun yang merasa tak enak karena sedaritadi mereka mengobrol didepan pintu rumah mulai mengusulkan masuk.
SEOHYUN POV
Acara kumpul keluaraga ini pun masih berlangsung setelah Seunggi dan Changmin oppa pamit untuk pergi ke kantor. Dannis yang sudah tertidurpun sudah diistirahatkan Yoona eonni dikamarku.
“Siwon-ssi kau harus tetap jaga kesehatanmu, kasihan Seohyun kalau nanti pergi ke altar tidak ada yang mendampingi”. Canda Leeteuk samchon.
“Seohyun-ah kau harus jaga kesehatan appamu, jangan bikin eomma dan appamu pening nak ! apa kau sudah siap jadi pengantin ?”. Nasehat Taeyeon imo.
“Wah.. kenapa harus dua bulan lagi ya, kenapa tidak sekarang saja. Aku tidak sabar meliat Seo jadi pengantin”. Ceplos Yoona eonni.
“Eonni, kenapa eonni yang kelihatannya terlalu nafsu melihatku jadi pengantin?”. Gerutuku sambil menakupkan kedua tanganku dipipi menyembunyikan rona merah pada pipiku.
“Hahahaha..kau lucu sekali Seohyun-ah..”. gelak Yoona eonni diikuti appa, eomma dan samchon.
“Annyeonghaseyo..yuhuu….Seohyun-ah”. Seru seseorang dari arah pintu masuk rumahku. Setelah aku bisa melihat sosoknya aku langsung dapat mengenali orang itu.
“Victoria imo!!”. Dia adalah yeodongseng appa, anak bungsu dari keluarga appa. Sekarang dia tinggal di China. Bekerja di salah satu fashion stylist disebuah majalah mode terkemuka. Barbie from chinese, begitulah keluargaku menjulukinya.
“Aigoo, aku ketinggalan acara ya ? Sorry aku terlambat, Hufftt Seoul macet sekali..”. seru Victoria imo dengan gaya centilnya membuatku terkikik geli.
“Seohyun chagiya, aigooo bogoshipeo.. dimana calon suamimu ? aku tidak sabar ingin membully nya..kekekek . aku ingin membeberkan rahasia Seohyun kalau dia itu masih suka nonton keroro dan memakai piama keroro ..hehehe”. lanjut Victoria imo membullyku.
“Yak, Qian-ie kau ini tidak berubah sama sekali. Seohyun keponakanmu sudah mau menikah. Kau sendiri, sudah umur 30 lebih masih saja belum menikah. Lama-lama aku akan menjodohkanmu dengan ahjusshi-ahjusshi tua”. Tutur appa menasehati Victoria imo.
“Aishh..oppa galak sekali, aku sekarang sedang melakukan proses pencarian jodoh, jadi jangan mengejekku terus”. Terang Victoria imo. Kami yang melihat tingkah kakak dan adik itu hanya tertawa renyah.
Tak terasa hari sudah menjelang malam. Yoona eonni sudah berpamitan pulang setelah dijemput Seunggi oppa. Taeyeon imo dan Leeteuk ahjusshi sedang beristirahat di kamar tamu. Sedangkan aku berbagi kamar dengan Victoria imo. Aku senang dengan kedatangan Victoria imo. Karena Vict imo satu-satunya imo yang selalu mampu menjaga semua rahasia dan curahan hatiku. Seperti saat ini, setelah kujelaskan panjang lebar soal Kyuhyun dan Changmin oppa, Victoria imo mendesah pelan.
“Aigoo…seperti cerita drama di tv yang biasa ku lihat. Tapi kalau boleh jujur, aku juga pernah mengalaminya Seo-ah, harus memilih salah satu. Tapi akhirnya aku tidak jadi menikahi mereka hehe..”.
“Jadi menurut imo, aku harus bagaimana ?”
“Kurasa akan sedikit sulit untuk memilih salah satu Seo-ah. Kau harus menganalisa nya dengan ketat. Mana yang paling oke dan mana yang menurutmu bisa membuatmu bahagia”.
“Vict imo, aku serius..”.
“Aku juga serius Seo-ah, memilih pasangan hidup itu harus tricky. Kadang yang tampak baik dimata kita, justru tidak baik untuk kehidupan dan keluarga kita. Please note, bahwa kau juga harus cari nampyeon yang bisa membuat orang tuamu bahagia”. Tutur Victoria imo panjang lebar. Aku hanya mendesah pelan.
“Andai memilih pasangan hidup seperti menghitung kancing”. Ucapku dalam hati.
“Tapi kalau aku lihat, Siwon oppa dan Tiffany eonni, lebih suka dengan Changmin kan ?”. aku mengangguk lemah mendengar pertanyaan Vict imo.
“Ya sudah, kalau begitu kau pilih Changmin. Memang, aku tidak datang waktu kalian bertunangan dan tidak tahu wajah Changmin bagaimana. Tapi kalau melihat orang tuamu lebih membanggakan Changmin , itu sudah memperjelas kalau mereka sudah mempercayakan dirimu dengan Changmin Seo-ah”. Kalimat Vict imo sangat masuk akal. Realistis. Nyaris tak bisa dibantah. Apakah ini petunjuk agar aku melepaskan Kyuhyun oppa ?.
“By the way, kalau kau memilih Changmin. Kyuhyun kan tidak ada pasangan. Bagaimana kalau Kyuhyun buat imo saja! Otte?”.

TBC

FF SeoKyu / Between You and Him (Part 2)

PicsArt_1417835990810

Title     : Between You and Him

Author : Dana.S

Genre  : Sad, Romance, Family

Cast     : Seohyun, Kyuhyun, Changmin and Other

Tipe     : Chapter

Note : Untuk para readers yg udah baca FF abal2 ku ini makasih banget untuk kalian yang udah mau coment. Dan saya mohon maaf sebelumnya jika ngepost nya lama, soalnya saya disibukkan dengan PKL kuliah 🙂 . dan inilah part keduanya maaf jika ada typo and don’t be plagiat  🙂

Kyuhyun POV
Aku tersenyum kecut, menghadapi kenyataan kisah cintaku yang dibilang cukup tragis. Padahal aku baru akan memulainya. Kupandangi kota Seoul yang saat ini sedang diguyur hujan dari balik kaca gedung kantor tempatku bekerja. Bahkan langit pun ikut menangis mewakili perasaanku saat ini.
“Jika tidak ada hambatan, mungkin dua bulan lagi aku akan menikah oppa…”.
Perkataan Seohyun dua hari yang lalu masih terngiang dan mampu membuatku tidak bisa hidup dengan tenang hingga sekarang. Apa sudah terlambat untukku mengatakan cinta Seohyun-ah ?. Apa tidak ada lagi ruang untukku di hatimu ?. Kau benar benar bodoh Cho Kyuhyun…
“Arggghh…”. Teriakku sambil mengacak rambut frustasi. Aku kembali duduk di meja kerjaku dengan lesu. Kubuka laci dan mengeluarkan foto-foto usang kenanganku bersama Seohyun 10 tahun yang lalu. Kulihat foto kami lembar demi lembar, dan aku berhenti pada foto saat kami berdua berpegangan tangan dengan senyum mengembang dibibir kami dan Seohyun memegang boneka Keroro raksasa kesukaannya. Tiba-tiba, fragmen kebersamaan ku dengan Seohyun terputar dibenakku. Saat itu kami berada di sebuah festival satu minggu sebelum ulang tahun seohyun ke 13…
FLASHBACK
“Omo! Oppa lihat itu!”. Teriak Seohyun histeris.
“Yak! Mwo? Itu Cuma boneka kodok jelek biasa Seo-ah, kenapa sampai sehisteris itu ?”
“Oppa, tapi itu boneka keroro terbesar yang pernah kulihat, aku belum punya yang itu oppa.” Ucapnya sambil cemberut, aku hanya tersenyum melihat ekspresi menggemaskan wajahnya.
“Kau kan tinggal membelinya, tak perlu teriak histeris seperti itu ”.
“Ishhh.. oppa menyebalkan!” Seohyun pun berjalan menghampiri boneka incarannya. Aku pun mengekorinya dari belakang.
“Kira-kira berapa ya harganya ?. Omo! 10.000 won ? Aigoo terlalu mahal oppa”. Ucapnya lesu.
“Kenapa jadi lesu seperti itu ?. Kau menabung saja dulu”. Usulku sambil mengacak rambutnya.
“Ne..tapi kurasa akan sangat lama untuk membelinya oppa. Annyeong Keroro-ah jangan pergi dulu ne sebelum uangku terkumpul!”. Aku terkikik mendengar ucapannya. Benar-benar maniak Keroro. Diapun berbalik berjalan meninggalkanku yang masih ditempat. Aku pun berfikir, satu minggu lagi ulang tahun Seohyun, mungkin aku akan memberikan boneka Kodok ini untuknya.
“Keroro-ah wait me ne!”. Ucapku menirukan aksen Seohyun lalu menyusulnya yang sudah berjarak agak jauh dariku.
Satu minggu kemudian…..
“Saengil Chukae Seohyun-ah!”. Teriakku didepan pintu kamarnya sambil membawa kotak kado berukuran besar.
“Owah… gomawo oppa. Kenapa aku bisa lupa ulang tahunku sendiri ya? Hehehe..”
“Jinja ? Dasar halmeoni. Ini kado dariku”. Ucapku sambil menyerahkan kotak besar yang kubawa.
“Ige mwoya ? Gomawo oppa, tapi tunggu ! oppa tidak sedang mengerjaiku kan ?”. Tanyanya penuh selidik.
“Yak! Kalau kau tak mau ya sudah, aku bawa pulang kembali”. Kataku pura-pura marah.
“Ne..ne.. jongmal gomawoyo oppa. Aku buka ne..”. Seohyun pun langsung membuka kado dariku. Kulihat matanya terbelalak setelah membuka kado dariku.
“Oppa ini kan mahal..”. Aku hanya tersenyum menanggapinya.
“Gwaenchana, aku sudah menyiapkan ini sejak satu minggu yang lalu, saat kita ke festival waktu itu”. Tiba-tiba Seohyun reflek memelukku dengan erat. Saat itulah aku mulai merasakan suatu getaran didadaku. Dan saat itulah mungkin aku merasakan yang namanya jatuh cinta.
“Jinja, jongmal gomawo oppa.” Bisik Seohyun. Aku pun membalas pelukannya. Ada rasa nyaman saat aku memeluk tubuh rampingnya.
“Cha sekarang mari kita berfoto dengan boneka baru ku oppa”. Dia pun melepaskan pelukannya dan membuatku sedikit gugup.
“Eoh..n..ne kajja”. Kamipun berfoto bergandengan tangan dengan senyum bahagia.
FLASHBACK END
“HYUNG EVIIILLL!!!!”. Teriakan bass seseorang menyadarkanku dari lamunan indahku dengan Seohyun. Segera kumasukan kembali foto-fotoku dengan Seohyun kedalam laci meja kerjaku.
“Yak! Kodok jelek tidak sopan sekali, masuk ke ruangan presdir tanpa mengetuk pintu dulu!”. Hardik ku merasa kesal karena diganggu.
“Mwo? Aku sudah mengetuk pintu ruangan hyung 10 kali, dan memanggil nama hyung 5 kali. Tapi hyung tidak menggubrisnya”.
“Aishh..arraso Minho-ya. Palli malhaebwa, kenapa kau datang kemari ?”. Tanyaku tanpa basa-basi karena sedang tidak mood berdebat dengannya.
“Hari ini hyung ada meeting dengan presdir Lee Corporation untuk membahas kerjasama antar perusahaan”. Jelas sekertarisku Minho memberitahu jadwalku hari ini. Dia sebenarnya adalah sepupu jauhku dari Jepang, tapi dia memilih menetap di Korea karena ia ingin belajar mandiri.
“Dimana dan jam berapa ?”
“Di cafe Kona Beans, meja nomor 11, jam 10.00 am”. Jelas Minho santai, kulirik jam tanganku untuk mengetahui jam berapa sekarang.
Plakk
“Appo hyung.. kenapa kau memukulku?”. Rintih Minho sambil mengelus kepalanya, karena tiba-tiba aku memukul kepalanya.
“Kau lihat jam berapa sekarang ? kurang 15 menit lagi. Kenapa kau baru memberitahunya sekarang ? Cepat siapkan berkas-berkas yang diperlukan!”. Sambil masih mengelus kepalanya Minho menuruti perintahku sambil menggerutu.
“Dasar Evil Labil, itukan salah dia sendiri”.
“Aku mendengarnya CHOI MINHO!”. Gertakku, Minho pun bergegas keluar dari ruanganku. #poorMinho
SKIP
Kini aku dan Minho Sudah berada di parking area cafe Kona Beans, kami terlambat 10 menit. Aku pun berjalan mendahului Minho yang sibuk membawa berkas-berkas keperluan meeting. Setelah berada didalam cafe segera kutelusuri pandanganku mencari meja nomor 11. Ternyata disana sudah ada seorang namja berpostur tinggi sedang duduk menghadap laptop yang ada dimeja depannya. Akupun bergegas menghampiri namja itu dengan diikuti Minho.
“Annyeonghaseo presdir Lee, jweseonghamnida kami terlambat”. Hormatku pada namja itu dengan membungkuk dan meminta maaf. Ia pun juga berdiri dan memberi hormat.
“Animnida presdir Cho, saya bukan presdir Lee. Saya perwakilan yang diutus oleh presdir untuk menggantikan beliau, Shim Changmin imnida”.
Deg
Aku terpaku mendengar namanya. Diakah orang itu ? calon suami Seohyun, orang yang telah merebut Seohyun dariku ?. Ani..ani tidak mungkin, di Korea nama Shim Changmin tidak hanya satu. Segera kutepis fikiran-fikiran negative dalam otakku.
“Ohh..terima kasih sudah mau hadir dalam meeting ini Changmin-ssi, mari kita mulai tentang proyek kita”.
Aku pun mempersilakan changmin duduk kembali dan memulai perbincangan yang serius mengenai kerjasama antara dua perusahaan yang sanagat berpengaruh di Korea Selatan. Hingga tak terasa satu jam kami melakukan meeting hingga suara handphone Changmin sedikit menghentikan pembicaraan kita.
“Jweseonghamnida boleh saya mengangkatnya?” Tanyanya dengan sopan.
“Ne..silahkan”
Changmin pun mulai menjauh dariku dan Minho agar pembicaraannya di handphone tidak terdengar oleh kami. Tapi samar-samar aku sedikit mendengar Changmin menyerukan nama seseorang yang aku kenal.
“Yoboseo Seohyun-ah..”
Aku masih tertegun mendengarnya dan memperhatikan Changmin dari kejauhan. Ia tampak bahagia menerima telephon itu. Apa benar dia orangnya ? Kenapa kita harus dipertemukan seperti ini ?
Plakk
“Yak! Kodok kenapa kau memukul ku?”
“Hehehe… Kenapa hyung memandang Changmin-ssi sambil melamun ? Apa hyung menyukainya ?”.
Tanyanya padaku dengan wajah polos dan cengiran tanpa dosa.
“Aku masih waras bodoh ! dan kurasa setelah dia menerima telephone itu dia akan mengakhiri meeting ini.”
Jawabku berlagak seperti paranormal.
“Benarkah hyung ? Eh.. dia kemari hyung..”
Seru minho. Kami segera kembali ke posisi cool.
“Jongmal Joesonghamnida Kyuhyun-ssi , bolehkah saya melanjutkan meeting ini lain kali ? karena ada hal penting yang harus saya selesaikan”.
Sudah kuduga, apa aku harus menanyakan hal itu juga ? apa aku sanggup mendengarnya ?
“Ne, gwaenchanseumnida Changmin-ssi. Mmm..kalau boleh tau hal penting apa itu, sampai anda membatalkan meeting kita setelah menerima telephon tadi?. Itu pun jika anda tidak keberatan memberitahukannya Changmin-ssi”. Tanyaku penuh hati-hati pada Changmin.
“Anio..itu bukan hal rahasia Kyuhyun-ssi. Sebenarnya itu telephon dari calon istriku, dan pernikahan kita tinggal dua bulan lagi”.
Sakit, kecewa, sedih, marah itu yang kurasakan saat mendengar penuturan Changmin. Jadi itu benar-benar dia. Changmin memang terlihat sempurna. Apa aku benar-benar terlambat untuk mempertahankan cintaku ?. Kenapa takdir cintaku harus seperti ini ?.
“Jika boleh, dengan hormat saya mengundang presdir Cho Kyuhyun dan Minho-ssi secara langsung untuk menghadiri pernikahanku nanti”. Lanjut Changmin.
“Ne, tentu saja itu suatu kehormatan bagi kami Changmin-ssi”. Jawab Minho dengan senang hati. Aku hanya diam tak menggubris percakapan mereka.
“Kalau begitu saya permisi..”.
Changmin pun beranjak dari meja dan berlalu pergi. Minho yang mulai memperhatikan ku pun heran dengan tingkahku yang hanya menatap hampa.
“Hyung kau kenapa ?”
“Minho-ya..apa aku sudah terlambat untuk mendapatkannya?”.
“ OMO! Hyung kau benar-benar menyukai Changmin-ssi?”
Kini aku mulai beranjak pergi meninggalkan Minho dengan pemikiran bodohnya.
Don’t Know why~
Tell me why~~
Suara handphone ku pun menghentikan langkahku. Aku mulai mengangkatnya tanpa melihat nama penelephone.
“Yeoboseo ?”
“YA! EVIL CEPAT JEMPUT AKU DI BANDARA SEKARANG!”
“YA! Kau siapa, seenaknya menyuruhku menjemputmu ?”
“Dasar dongsaeng tidak tau diri, dengan noona sendiri kau lupa hah?”
Omo, ternyata Ahra noona. Mati kau Cho Kyuhyun.
“Heheh..mian noona, kenapa noona minta dijemput dibandara ? bukankah kau sudah tenang di prancis sana ?”
“Dasar evil, aku ke korea untuk menjalankan bisnis butik eomma di Seoul babo”
“Jadi eomma appa tidak ikut ?”
“Tidak, bisnis appa yang di prancis belum beres. Dan kau jangan banyak tanya lagi cepat jemput aku!”.
“Baiklah noonaku yang cantik!”
Aku segera bergegas mengambil mobilku dan meluncur ke bandara.

Seohyun POV
Aku sedang dilanda dilema sekarang. Pertemuanku dengan Kyuhyun oppa orang yang ku cintai sejak senior high school membuat hatiku goyah kembali. Disisi lain aku masih mencintai Kyuhyun oppa, tapi aku tidak bisa menyakiti hati Changmin oppa yang selama ini berada di sisiku. Aku hanya punya waktu dua bulan untuk menentukan pilihanku. Iya, aku harus bicara pada Changmin oppa.
“Mianhae sudah menunggu lama”. Sapaan Changmin oppa membuyarkan lamunanku.
“Anio oppa, justru aku yang meminta maaf karena mengganggu pekerjaan oppa”.
“Tidak Seohyun-ah sebentar lagi kita akan menikah, jadi kita juga harus bisa berbagi waktu”.
Ucapan Changmin oppa begitu tulus sambil mengelus kepalaku. Aku hanya tersenyum hambar diperlakukan seperti itu. Aku merasa bersalah pada Changmin oppa. Tapi sangat tidak adil jika tiba-tiba aku meninggalkan Changmin oppa begitu saja. Ini adalah kesempatan terakhirku, Changmin oppa harus tau.
“Oppa”
“Iya..”. Tiba-tiba bibirku kelu untuk mengeluarkan kata-kata yang mungkin bisa menyakiti hatinya.
“O.o.ppa silakan duduk, mau minum apa ?”.
Akhirnya hanya kata itu yang keluar dari mulut ku. Hufft Seohyun babo.
“Kenapa kau gugup seperti itu Seo-ah, oppa minum orange juice saja”.
“Baiklah, tunggu sebentar ya oppa”.
Aku segera menuju dapur dan menuangkan 2 gelas arange juice untukku dan Changmin oppa.
“Silahkan diminum..”.
“Sebenarnya ada apa kau memanggilku kemari Seo-ah ?”. Tanya Changmin oppa setelah meneguk setengah gelas orange juice.
“O..oppa, aku merasa be..belum siap menuju ke jenjang pernikahan dengan op..”
“Karena ada Kyuhyun ?”.
Aku tercekat mendengar kata spontan dari Cangmin oppa. Suaranya terdengar serak. Mungkin hatinya tengah berpacu melawan amarah yang siap tumpah.
“Ba..bagaimana oppa bisa tau ? Mianhae oppa, aku..aku tak tahu harus berbuat apa..”
Aku berbicara menunduk menyembunyikan mataku yang mulai berkaca-kaca.
“Aku sudah tau semuanya dari Yoona. Seohyun-ah, aku menghargai kejujuran yang kau sampaikan. Memang berat, karena bila aku berada diposisimu mungkin aku juga akan dilema. Tapi saat ini status mu adalah tunanganku. Keluarga besar juga sudah menentukan tanggal pernikahan. Maka Kyuhyun tidak bisa memilikimu Seo-ah. Kecuali jika..”
Nafasku tercekat, apa aku begitu jahat sudah menyakiti hati Changmin oppa?. Air mataku mulai menetes.
“Kecuali jika aku membatalkan pertunangan ini. Apa itu yang kau mau Seohyun-ah”
Lagi-lagi, sebuah tonjokan keras yang langsung mengenai ulu hati. Benarkah ini yang kau inginkan Seohyun-ah. Puaskah kau menyaksikan kemelut rasa yang tergambar diwajah Changmin oppa ? antara sedih, terpukul, shock dan berupaya tegar.
TBC

FF SeoKyu / Between You and Him (part 1)

PicsArt_1417835990810

Title     : Between You and Him

Author : Dana.S

Genre  : Sad, Romance, Family

Cast     : Seohyun, Kyuhyun, Changmin and Other

Tipe     : Chapter (mungkin gak panjang2)

Note : Annyeong Yorobun, ini adalah FF karya pertamaku. Jadi mian kalo ceritanya gaje, banyak typo and garing hehehe. Jadi bagi yang sudah baca suka atau gak suka mohon komentarnya ya. Kamsahamnida J. Happy Reading…..

 

Seohyun POV

Ada rasa yang tiba-tiba menyeruak. Datang tanpa diundang. Menjejali hati tanpa berucap permisi. Aku tak tahu kenapa dan mengapa ? rasa itu…datang lagi. Setelah sekian lama aku mencoba melupakan. Setelah bertahun-tahun, aku berjuang ekstra untuk mengennyahkannya. Aku termenung di cafe tempat kenangan kita dulu. Kurasa aku sangat merindukanmu, sehingga saat kau memintaku bertemu dipagi ini aku tidak mau terlambat sedikitpun untuk melewatkan moment bersamamu. Apa kau masih sama oppa yang kusukai sejak dulu, atau kau sudah berubah? Bogosipho Oppa.

“Annyeonghaseyo Seohyun-ssi, bagaimana kabarmu ?” Sapa seseorang mengagetkan ketermenunganku dan ternyata itu dirimu.

            Kabarku tidak baik. Mungkin kata-kata itu hanya mampu kuucapkan dalam hati. Kau yang selalu membuat jantungku berirama. Tapi kau juga yang membuat hatiku ini terluka.

“Annyeonghaseyo Kyuhyun-ssi. Aku…kabarku baik. Seperti yang kau lihat. Nggh..kau sendiri ?”

“Aku ?  kurasa sama sepertimu.”

            Kau mengulum senyum yang sama sepereti 10 tahun yang lalu. Senyum yang masih kerap berkelibat dalam memoriku. Senyum yang sanggup mencuri hatiku hingga kau meninggalkanku.

“Chukkae atas kelulusanmu Kyuhyun-ssi, kudengar kau salah satu lulusan terbaik dari korea yang sekolah di Oxford Inggris.”

“Ah-Gomawo, perjuanganku tidak sia-sia selama ini. Aku bersyukur bisa lulus dari Oxford! Ini impian yang selalu aku pegang sejak di Junior High School.”

            Selalu seperti itu. Kau yang terbiasa menjawab pendek menjadi sosok yang begitu bersemangat dan antusias setiap kali topik pembicaraan menyangkut masalah pendidikan. Manusia yang begitu berambisi untuk merebut tahta “Sang Juara”.

Flashback

Author pov

            Seorang anak laki-laki berumur 15 tahun sedang membaca sebuah buku dengan antusiasnya. Hingga dia mengabaikan seorang gadis cantik dua tahun lebih muda darinya, yang sedari tadi duduk memperhatikan televisi dengan wajah cemberut.

“Oppa, kenapa kau terus belajar? Inikan hari minggu, kau sudah berjanji akan menemaniku menonton keroro.” Rengek gadis itu dengan aksen imutnya.

“Ini kan sudah oppa temani!” jawab anak laki-laki tersebut tanpa berpaling sedikitpun dari bukunya.

“Ck, tapi oppa tidak memperhatikan Keroronya, bahkan bicarapun oppa tidak melihatku.” Gadis itu semakin mem-poutkan bibirnya. Membuat pipi tembemnya makin chubby. Akhirnya anak laki-laki itupun menyerah dan menutup bukunya setelah ia membatasi halamannya dengan sebuah foto.

“Ne..ne.. sekarang oppa akan menemani Seohyun yang cantik ini menonton.”

“Aku sudah tidak mood menonton lagi.” Ketus gadis yang dipanggil Seohyun.

“Jinja? Bahkan jika oppa belikan dvd keroro edisi terbaru kau tidak mood menonton keroro lagi ?” rayu anak laki-laki tersebut.

“Gojimal.”

“Apa oppa pernah membohongimu ?” Gadis itu menggeleng pelan.

“Hehehe. Gomawo Kyuhyun Oppa!” ucap gadis itu riang sambil memeluk anak laki-laki yang ia panggil Kyuhyun.

“Oppa apa aku boleh tanya satu hal ?” lanjut Seohyun.

“Mwo? Kau mau tanya apa?”

“Kenapa oppa selalu belajar meskipun hari libur? Jika oppa terus-terusan belajar kepala oppa akan menjadi botak dan tidak tampan lagi “ kata gadis itu dengan inosennya.

“Mwo? Siapa yang mengatakan itu?”

“Eomma yang mengatakannya kepada appa, saat appa terus-terusan bekerja sampai malam tanpa istirahat.” Jawabnya dengan lugu. Kyuhyun hanya menanggapinya dengan senyuman. Segera ia mengambil sebuah photo yang dijadikannya pembatas halaman buku yang ia baca.

“Oppa belajar terus menerus karena oppa ingin kesini, Oxford Inggris.” Jelas Kyuhyun sambil menunjukkan photo gedung Oxford University.

“uwahh..neommu yeppo, apa oxford sebuah istana? Apa itu istana pangeran William dan pangeran Harry ?” Seohyun mulai antusias dengan topik pembicaraan Kyuhyun.

Plakk

“Appoo” teriak Seohyun memegangai kepalanya yg sedikit nyeri karena pukulan pelan Kyuhyun.

“Yak..kau ini  yang kau tau hanya gosip tentang pangeran-pangeran tampan saja, Oxford itu sebuah kampus yang terkenal di Inggris bahkan didunia, Makannya jangan kebanyakan nonton kodok jelek mu itu.”

            Seohyun hanya tersenyum kecut. Dan mulai memperhatikan Kyuhyun berbicara panjang lebar tentang sejarah Oxford dan beragam fakultas yang ada disana dengan muka masam. Tapi Seohyun senang karena dengan begitu iya bisa memperhatikan wajah kyuhyun yang tampan dan suaranya yang merdu serta apapun yang ada pada Kyuhyun, yang bisa membuat hatinya berdetak dan pipinya merona.

Flashback End

Kyuhyun Pov

            Gadis didepanku, dengan mata bulatnya dan wajah cantik polosnya, membuatku menatap lurus kearahnya tanpa sedikitpun berpaling. Tidak ada yang berubah darimu sedikitpun Seohyun-ah, kau tetap membuat jantungku bekerja berkali-kali lipat saat berda didekatmu.

“Tidak terasa kita sudah sama-sama dewasa sekarang.” Ucapku basa-basi. Dia hanya menunduk malu enggan menatapku. Kulihat pipinya merona merah, neomu yeppo.

“Seoul, terasa makin ramai sekarang.” Lanjutku.

“Ne, tentu saja Kyuhyun-ssi, penduduk Seoul bertambah padat. Yang dulunya single, lalu menikah punya anak dan yah itu yang membuat Seoul makin ramai.” Katanya degan polos. Aku tergelak mendengar jawaban polosnya.

“Hahaha…kau benar Seohyun-ah. Setiap orang pasti beranjak dewasa, tentu sama seperti kita. Umurku sudah 25 th dan kau 23 th, sudah lulus kuliah, siap bekerja, siap punya anak…ahh..kurasa aku harus menikah dulu baru punya anak hehehe.” Entah kearah mana pembicaraan kita. Kulihat kau hanya menunduk dan terdiam kelu. Apa aku salah bicara ? ku harap kau tahu maksud dari pembicaraanku ini Seohyun-ah.

“Ehem.. apa aku salah bicara? Kurasa suasana disini agak sedikit canggung.” Lanjutku memecah keterdiaman Seohyun dan melihat sekeliling cafe yang mulai ramai.

“Annio Kyuhyun-ssi…”

“OPPA! Kau harus memanggilku OPPA, kurasa akan sedikit nyaman jika seperti itu.” Pintaku memotong ucapannya. Kulihat dia hanya mengerjap polos.

“O..oppa, anio Kyuhyun oppa. Kurasa kau memang benar oppa.” Ucapnya sambil tersenyum, kurasa dia mulai nyaman.

“Mmm…jadi! Kapan kau mau menikah Seohyun-ah?”

FLASHBACK

Seohyun POV

“Yong eonni, bisa kerumahku sekarang ? Aku butuh teman.” Ku kirim sebuah sms singkat ke sahabatku sekaligus eonni kesayanganku. Tak perlu waktu lama untuk mendapatkan balasan dari Yoona eonni.

“Ne, Seohyun-ah tunggu 5 menit^^.”

            Aku menunggu Yoona eonni di ruang tamu rumahku. Aku hanya tinggal sendiri bersama ajhuma dan ajhussi Park yang sudah bekerja dirumahku sejak aku masih berumur 5 tahun. Orang tuaku ? Mereka berada di Rusia untuk pengobatan Appa. Sejak satu bulan belakangan ini kesehatan Appa menurun. Penyakit jantung yang diderita Appa semakin parah, alhasil appa harus dikirim ke Rusia untuk berobat disana. Sebelum appa ke Rusia appa memberiku satu permohonan…

“Sebelum terjadi sesuatu pada appa, appa harap kau sudah memiliki pendamping hidup untuk menggantikan appa melindungi mu Seo-ah.”

            Perkataan appa terus terngiang dikepalaku. Apa aku harus berhenti mengharapkannya ?. Oh tuhan, tolong berikan aku petunjuk .

“Seororo-ya~.” Teriakan cempreng Yoona eonni menghentikan lamunanku.

“Yong eonni? Kenapa cepat sekali ?” tanyaku heran.

“Eoh..saat kau sms aku tadi, aku berada dicafe ice cream dekat rumahmu. Kau tau keponakanmu ini yang menginginkannya.”  Jelas Yoona eonni sambil mengelus perutnya yang belum membuncit. Yoona eonni memang sedang hamil satu bulan. Hasil dari pernikahannya satu tahun yang lalu dengan Lee Seung Gi oppa.

“Apa eonni kesini  dengan Seung Gi oppa? Sekarang mana dia?”

“Ne, aku kemari dengan Seung Gi oppa, tapi ia langsung kembali ke kantor karena ada rapat. Jadi apa yang membuat yeodongsaeng manisku ini memanggilku kemari ?” Tanya Yoona eonni to the point.

“Mmmm..eonni, appa menginginkan ku untuk segera menikah.”

“Mwo? Itu kabar baik Hyun-nie, apa kau sudah punya calon? Heii..kenapa tidak memberita…”

“Eonnie! Aku belum mempunyai calon dan aku masih menunggunya.” Potongku dengan suara sedikit lesu.

“Hyunnie ayolah, kapan kau bisa melupakannya? Ini sudah 8 tahun. Masih banyak namja tampan di korea .” Yoona eonni mencoba menenangkanku dengan mengelus tanganku.

“A..aku tidak bisa eonni. Semakin aku melupakannya semakin aku berharap ingin memilikinya hiks..hiks.” Yoona eonni memelukku. Mencoba menenangkanku yang mulai menangis.

“Tenanglah hyunnie, jika kalian ditakdirkan untuk bersama kalian pasti akan bersatu.” Ucap Yoona eonni dengan bijak.

“Ne semoga saja.” Ucapku parau tapi masih bisa didengar oleh Yoona eonni.

“Cah..sekarang berhentilah menangis, aku punya kabar baik untukmu.” Setelah menghapus air mataku Yoona eonni mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.

“Apa itu eonni ?”

“Ini lihat lah.” Yoona eonni menyodorkan selembar photo seorang namja kepadaku.

“Namanya Shim Changmin, dia sahabat Seung gi Oppa sekaligus Hobae nya waktu senior high school dulu. Dia adalah seorang Jendral manager di perusahaan tempat Seung Gi oppa bekerja. Baik, tampan dan mapan.” Lanjutnya.

“Lalu apa hubungannya denganku ? jangan bilang eonni…” ucapku penuh selidik.

“Kau benar Hyun, aku mencoba mengenalkanmu padanya, kurasa ia tertarik dan ingin mengenalmu lebih dekat.”

“Yak, Eonni kenapa mengambil keputusan secara sepihak aku..”

“Hussttt.. Seo-ah, aku tak mau melihatmu termenung dan bersedih setiap kali kau mengenangnya. Cobala mengisi kekosongan hatimu itu, walaupun hanya sedikit saja. Cobalah untuk berpaling melupakan sejenak sesuatu yang belum pasti kau miliki. Aku yakin perlahan kau akan bisa melupakannya. Aku tidak memaksamu, aku hanya ingin kau mencoba. Dan seperti kataku tadi, jika kalian ditakdirkan untuk bersama kalian pasti akan bersatu.” Aku memeluk Yoona eonni dengan erat. Yoona eonni benar, aku tidak boleh terpuruk dalam ketidakpastian.

“Gomawo eonni, aku akan mencobanya. Aku akan mencoba melupakannya.” Kataku dengan berurai airmata.

FLASHBACK END

Seohyun POV

“A..a..aku sudah bertunangan oppa!”. Kulihat Kyuhyun oppa tersedak dan terbatuk-batuk setelah mendengarkan ucapanku.

“O..Oh baguslah kalau begitu.”

            Aku berusaha meredam gejolak hati yang pecah berkeping-keping. Ada serpihan sendu. Mengapa tidak dari dulu ? Mengapa baru sekarang oppa ?.

“Mm..lalu kapan kau akan menikah ?”

“Jika tidak ada hambatan, mungkin dua bulan lagi aku akan menikah oppa. Kami masih mengurus masalah administrasi.”

“Oh..Siapa…calon su-ami mu?” tanya kyuhyun oppa sedikit ragu.

“Namanya Shim Changmin. Aku kenal dari Yoona eonni.”

“Dijodohkan ?”

“Tidak oppa, kamu berproses mulai dari perkenalan, dekat, berkencan dan bertu…”

“Apa kau yakin dengan dia ? Mm..maksudku apa kau yakin akan bahagia bila menikah dengannya ?” Pertanyaan spontan Kyuhyun oppa membuatku membisu. Pertanyaan yang tidak perlu dijawab, aku benci dengan jenis pertanyaan seperti ini. Hei, aku bukan paranormal yang bisa menjamin kehidupan ku ataupun kehidupan orang lain di masa mendatang.

“Mungkin hanya Tuhan yang tau oppa.”

“Apa kau benar-benar yakin Seohyun-ah ?” Ulang Kyuhyun oppa dengan mata sendu. Sudah cukup.

“Ne, aku yakin dengan pilihaku oppa. Aku minta maaf, pertemuan kita hari ini hanya sebagai dua kawan yang lama tidak bertemu. Sekaligus, aku mengabarkan bahwa aku sebentar lagi akan menikah. Terima kasih sudah mengizinkanku menjadi teman oppa. Aku pamit dulu..”. Aku segera beranjak dari kursi sebelum airmata yang sengaja ku tahan jatuh mengalir didepan Kyuhyun oppa, aku tidak mau tlihat menyedihkan didepan oppa.

Grep

“Seohyun-ah, kita belum selesai bicara…” Cegah Kyuhyun oppa sambil menarik pergelangan tanganku.

“Maaf oppa, masih banyak hal yang harus aku lakukan. Permisi….”. Ku lepas dengan lebut genggaman tangan Kyuhyun oppa. Aku segera berjalan cepat dari hadapan Kyuhyun oppa. Oh Tuhan, Apakah ini sebuah ujian yang harus kuhadapi ketika pernikahan sudah ada didepan mata ?. Kenapa Kyuhyun oppa hadir disaat seperti ini ?.  Disaat aku perlahan mulai melupakan mu. Disaat aku mulai serius dengan masa depan cintaku.

TBC…